HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mahathir, Sang Pemenang


Koalisi partai oposisi Pakatan Harapan yang di pimpin Mahathir Mohamad memenangi Pemilu 2018 sekalian mengakhiri kepemimpinan Barisan Nasional sepanjang 61 th. paling akhir.

Komisi Penentuan Umum Malaysia menyebutkan kalau Pakatan memenangi 113 dari 222 kursi. Ini bermakna Pakatan memenangi sebagian besar kursi di parlemen (112).

Dalam pidato kemenangannya di Kuala Lumpur, Mahathir menyebutkan kalau koalisinya,  " memenangi sebagian besar yang substansial, bukan hanya sebagian nada atau kursi ". Mahathir juga menyebutkan menginginkan kembalikan supremasi hukum, satu sindiran pada Najib yang ikut serta skandal megakorupsi miliaran dolar.

Mahathir juga menyebutkan juga akan memberlakukan libur dua hari untuk menyongsong kemenangan, namun tak ada hari libur untuk dianya serta Pakatan.

Najib Razak, pemimpin koalisi Barisan Nasional, menghormati hasil Pemilu. " Rakyat sudah pilih serta Barisan Nasional memiliki komitmen menghormati prinsip-prinsip demokrasi, " kata Najib.

Di usianya yang 92 th., Mahathir tidaklah sosok asing untuk politik Malaysia serta dunia internasional. Mahathir pernah jadi PM Malaysia serta Barisan Nasional sepanjang 22 th. mulai sejak 1981 sampai dianya mundur th. 2003.

Mahathir lahir serta besar di Alor Setar. Dia di kenal jadi anak yang pandai, lantas jadi dokter. Masukan politiknya mulai tampak saat ia gabung dengan UMNO, partai politik paling besar Malaysia, lantas dia jadi anggota parlemen pada 1964.

Mahathir cuma menjabat satu tahun jadi anggota parlemen. Dianya di keluarkan dari UMNO karna berselisih dengan bekas PM Tunku Abdul Rahman. Mahathir masuk kembali pada UMNO serta Parlemen sesudah Abdul Rahman mundur.

Mahathir jadi Wakil PM pada 1976, lantas dia sempat juga menjabat Meteri Perdagangan serta Perindustrian 1978, Menteri Pertahanan pada 1981, Menteri Dalam Negeri pada 1986, serta Menteri Keuangan di 2001. Mahathir jadi PM Malaysia pada 1981 menukar Hussein Onn.

Di masa kepemimpinannya, Mahathir memenangi lima pemilu berturut-turut. Malaysia alami periode perkembangan ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta modernisasi yang cepat di masa kepemimpinannya.

Namun, kepemimpinan Mahathir tidak lepas dari pro-kontra. Dia di kenal jadi pemimpin yang otoriter yang sering memenjarakan lawan-lawan politiknya, aktivis, sampai tokoh agama minoritas. Satu diantara masalah yang populer yaitu pemecatana wakilnya sendiri, Anwar Ibrahim, pada 1998 karna menginginkan mereformasi Malaysia. Anwar dipenjara atas tuduhan korupsi serta sodomi.

Mahathir juga yaitu mentor dari Najib sebagai PM pada 2008. Najib selanjutnya terlilit skandal megakorupsi namun masih tetap berkuasa di Malaysia


Sumber: Express.co.uk, BBC, ABC

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *